Custom Search

Pengaruh Negatif Media Massa Bisa Membuat Anak Membangkang

Media massa saat ini seperti TV, tayangan internet sudah sangat komplek sekali isinya mulai dari yang bersifat hiburan sampai yang bersifat mengada - ngada seperti gosif dan film - film fiksi atau sinetron - sinetron fiksi atau berita - berita murahan yang hanya berisikan berita selingkuh artis dan mesung pejabat.
Tidak jarang bahkan banyak sikap dan kelakuan yang di gambarkan dalam tayangan - tayangan tersebut adalah sikap - sikap yang tidak baik untuk ditiru oleh seorang anak.
Seperti berkelahi, marah - marah, selingkuh dan bahkan bisa jadi saling membunuh.
Pada diri seorang anak yang menonton tayangan - tayangan tersebut mengira dan kemudian melekat dalam benaknya bagaimana menjalani kehidupan ini adalah sebagaimana yang ia lihat dalam tayangan media massa.
Bahkan diantara penyebab timbulnya pengaruh negatif dari media adalah banyaknya gambaran yang keliru dalam menggambarkan sikap orang tua dalam memberikan hak - haknya kepada seorang anak.
Dan sikap Membangkang anak sering di sebabkan oleh hal yang seperti ini. Meskipun tayangan - tayangan tersebut hanyalah sebuah fiktif belaka.
Namun itulah anak menangkap apa yang ia lihat secara langsung tanpa memikirkan itu sebuah cerita fiktif atau bukan. Itulah Pengaruh Negatif Media Massa yang Bisa Membuat Anak Membangkang.

Maka sebagai orang tua harus bisa berpikir jika semua tayangan media massa seperti itu lalu kapan anak belajar berahlaq baik.
Kapan anak belajar bagaimana berbakti kepada orang tuanya, kapan anak melihat cara berbakti kepada kedua orangtuanya, bersikap bangga telah berbuat baik kepada orang tua.  Kapan belajar semua itu.

Bisa kita cermati seperti halnya media Televisi Apa saja sih kandungannya?
Tayangan Media TV adalah tayangan yang berprinsip pada rame. Apapun itu baik berita, hiburan ataupun acara-acara lainnya seprti sinetron dan film prinsip mereka adalah rame banyak yang nonton, masalah isinya yang penting banyak yang suka. Jika di tanya manfaatnya. Harus berpikir keras untuk mencari manfaatnya.
Mungkin mending mengajarkana anak untuk belajar sholat dan mengaji ketimbang menyuguhkan TV di rumah.


Mungkin Bermanfaat Penemuan Anak Bangsa Yang Hebat

Sinetron/Film


Sintetron yang bermanfaat dan sedikit penonton pasti akan hilang, sinetron yang kurang manfaat tapi banyak penonton karena rame. Pasti bertahan.
Kenapa demikian, karena sinetron ataupun acara yang lainnya berprinsip rame. Dengan rame maka akan banyak sponsor yang membiayai acara tersebut. Sponsor akan berpikir jika banyak yang menonton maka produknya akan banyak dilihat dan bisa jadi para penonton akan tertarik dengan produknya.
Dengan adanya daya tarik yang demikian lihatlah persaingan antar sinetron di berbagai stasiun TV sangat gencar sekali bahkan dalam satu stasiun tv pun sangat gencar sekali.
Mulai menanpilkan masalah percintaan, masalah orang tua, masalah pergaulan dan lain - lain.
Kesemuaan itu bagi anak seolah adalah bentuk kehidupan yang harus ditiru saat mereka dewasa.
Sehingga apa yang dikatakan bapaknya harus rajin sholat mengaji dan patuh pada orang tua menjadi tabu. Melihat tayangan sinetron yang banyaknya pembangkangan, perkelahian, bahkan pergaulan bebas. Anak akan menganggap perkataan bapaknya tidak sesuai dengan apa yang mereka tonton sehingga anak bisa mebangkang.
Dari sebuah tayangan sinetron  atau film yang ditonton setiap harinya pada anak bisa timbul sebuah sikap yang negatif bahkan sangat berbahaya saat besarnya nanti.
Saat anak menonton film atau sinetron perkelahian maka sang anak akan menirunya seusai menonton acara tersebut.
Saat anak menonton masalah pergaulan, anak akan mengira jika pergaulan itu harus seperti itu. Padahal pergaulan dalam islam ada aturan dan tatacaranya supaya selamat dunia dan akhirat.


Berita



Apakah berita mengandung manfaat?
Jawabannya bisa ia bisa tidak. Ada yang manfaat ada yang tidak.
Sebuah berita ataupun acara yang lainnya seperti di sebutka diatas berprinsip pada kata rame.
Pada mulanya berita bisa saja bermanfaat namun seiring dengan waktu karena tidak rame lagi maka berita akan hilang dengan sendirinya padahal perlu untuk diketahui, tapi karena sudah tidak rame maka tidak lagi menjadi berita.
Sehingga karena prinsip rame tadi maka pemberitaanpun banyaknya adalah seputar pelecehan, seputar pembunuhan, seputar pencurian, seputar korupsi, seputar selingkuh bahkan yang paling banyak di sorot adalah kehidupan artis dan pejabat yang bejad.
Apa yang di tangkap anak dengan tayangann seperti itu?
Anak akan mengangap ternyata begitulah gambaran kehidupan dunia ini.
Banyak korupsi, banyak pergaulan bebas, banyak pencurian dan pembunuhan dan seabrek masalah rumit lainnya.
Lalu kapan anak akan melihat hal - hal yang positive hal - hal yang baik yang bisa bermanfaat untuk ditiru?
Jika pemberitaan saja seperti itu.
Media TV ada karena reme, berita internet ada karena rame.
Sedikit bahkan sangat terkucilkan berita - berita yang bermanfaat bisa dinikmati oleh anak.
Jadi sungguh jika media terus - terusan seperti ini maka bisa membuat anak makin membangkang.
Perkataan baik orang tua akan dimentahkan oleh tayangan pemberitaan yang tidak baik.
Mudah - mudahan berita berkembang untuk hal yang manfaat bukan semata - mata untuk hiburan.


Acara Kuis atau Realiti Show


Dulu saat TVRI masih merajai maka acara kuis adalah acara cerdas cermat yang isinya adalah pengetahuan. Luar biasa sekali bukan membuat penonton berpengetahuan. Sekarang acara kuis pertanyaanya adalah seputra nama artis. Apa coba manfaatnya?
Anak akan berpikir penting mengetahui nama artis, sehingga dalam catatannnya hanya akan ada nama artis. lalu kapan anak kita akan menjadi pintar?
Apa manfaatnya mengingat nama artis? Bukan berarti tidak boleh kenal dengan artis tapi bukan untuk menjadi fokus pikiran akan.
Lebih baik anak kita yang jadi bintang karena segudang keahliannya ketimbang anak kita banyak mengenal nama artis tanpa memiliki keahlian mandiri. Apalagi artisnya tersandung kasus perjinahan dan atau korupsi.
Bahaya - bahaya - bahaya.
Begitupun acara realityshow semua berdasarkan kata rame.
Jika tidak rame pasti tutup bubar.
Bukan lagi manfaat yang menjadi prinsip tapi rame sehingga hasilnyapun adalah rame bukan menjadikan anak lebih pintar lebih soleh, lebih hormat pada orang tua melainkan mengajarkan berkumpul dengan tidak jelas  hasil apa yang didapat dari kumpulan tersebut.
Selain itu dengan acara kuis dan reality show yang ada menjadikan anak menjadi lebih suka hiburan ketimbang belajar mengaji atapun sholat berjamaah.
Mudah - mudahan kedepannya acara - acara TV semakin mendidik menjadikan anak - anak berbudi pekerti luhur. Aamiin


Infotainment


Apalagi dengan acara yang satu ini semua masalah gosip saja yang di bahas. Bahkan ada yang judul acaranyapun mengutamakan gosip.
Padahal dalam islam menggosip atau gibah apalagi fitnah sangatlah terlarang.
Dengan adanya acara seperti ini anak akan berpikirin mengosip jadi hal yang wajar bahkan tidak hanya anak ibu - ibupun akan menganggap gibah jadi hal yang lumrah padahal dosanya sangatlah besar.
Acara infotainment yang seperti sekarang ada hanya akan menjadikan anak tanpa arah dan mudah dipengaruhi dengan nilai - nilai yang jelek, seperti pergaulan bebas, narkoba dan lain lain. Mengapa seperti itu karena pemberitaanya hanyalah seputar itu - itu saja. Artis cerai, artis tersangkut narkoba, artis jina dan segudang kasus artis yang tak pantas untuk di umbar.
Lalu akan jadi apa anak kita dengan banyaknya acara seperti itu?
Yang ada anak akan menjadi pembangkang orang tua karena melihat acara tersebut menyajikan pergaulan artis yang glamor dan bebas.
Sementara orangtua mengajarkan anak sederhana tapi sajian TV menyuguhkan ke glamoran. Maka dari itu anak akan bimbang dengan pendapat orang tua. Akhirnya bisa saja tebawa teman yang kurang baik.


Itulah sekelumit pengaruh negative media massa yang sedang berkembang saat ini yang bisa membuat anak menjadi pembangkang kepada orang tuanya. Mudah - mudahan kita semua bisa membentengi anak dengan berbagai pendidikan yang bermanfaat ketimbang menyuguhkan acara - acara tak bermakna.


Hal yang mungkin Bermanfaat Bagi Kita Tips Bepergian Supaya Tidak Sulit Melaksanakan Sholat


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengaruh Negatif Media Massa Bisa Membuat Anak Membangkang"

Posting Komentar