Cara Mematok Harga Jual Rumah

Cara Mematok Harga Jual Rumah

“Berapa harga hunian saya?” Salah satu pertanyaan yang muncul saat Anda memiliki niat untuk menjual hunian. Salah satu faktor utama dalam jual rumah adalah menentukan harga dengan tepat. Anda harus bisa menentukan harga yang sesuai dengan kualitas rumah. Tidak mudah bagi Anda untuk menentukannya karena banyak aspek yang perlu dipertimbangkan.

Berdasarkan data di Lamudi.co.id harga rumah naik setiap tahunnya karena perumahan masih menjadi opsi hunian favorit masyarakat di Indonesia.

Jika Anda salah mematok harga jual rumah tersebut, bisa-bisa nanti rumah Anda hanya akan terpampang di berbagai macam situs, tetapi tidak akan laku di pasaran.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mematok harga jual rumah terkini

Harga Pasaran

Cara pertama menentukan nilai jual rumah yakni dengan cara mengikuti harga pasaran yang berlaku di sekitar rumah. Jadi sebelum Anda menentukan nilai jual rumah, ada baiknya Anda melakukan survei lapangan dengan berkeliling di sekitaran area rumah Anda.

Rumus Sederhana NJOP Bangunan

Nilai Jual Objek Pajak atau biasa disingkat dengan NJOP adalah harga yang ditetapkan oleh pemerintah dan sudah tertera di dalam PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Harga ditetapkan dengan rumus yang sudah ada. Contohnya:

Jika luas tanah Anda seluas 100m2 dengan harga per meternya 900.000/m2 dan luas bangunan Anda 70m2 dengan per meternya 800.000/m2, maka perhitungannya adalah
900.000 x 100 = 90.000.000 dan 800.000 x 70 = 56.000.000, kemudian 90.000.000 + 56.000.000 = 146.000.000 yang merupakan harga rumah Anda.

Usia Bangunan

Bandingkan usia rumah Anda. Di satu lingkungan terdiri dari beberapa rumah tetapi usia mereka pasti berbeda-beda, ada yang dibangun pada tahun 1950 hingga 2000-an. Nilai keduanya pasti akan berbeda dari kualitas bangunannya. Apalagi jika rumahnya tidak pernah direnovasi, tentu akan sangat rendah.  Pastikan Anda membandingkan banderolan harga dari sisi ini juga.

Kelayakan Daerah

Rumah Anda berada di daerah rawan banjir? Anda tentu harus realistis menentukan harga dengan kondisi lokasinya. Banyak pembeli yang akan berpikir dua kali untuk membeli rumah Anda jika daerahnya adalah daerah rawan banjir, meskipun itu hanya terjadi di musim hujan. Dalam mematok harga rumah yang lebih tinggi dari NJOP awalnya, Anda harus bijak dalam menambahkan nilai tambahnya.

Fasilitas

Jika merasa rumah Anda lebih bagus dari rumah sekitar dari segi fasilitas seperti kolam renang dan home gym, tetapi karena mengikuti harga pasar, rumah Anda pun dibanderol tidak jauh beda dengan mereka. Jika seperti ini, Anda harus bisa menjelaskan pada mereka bahwa fasilitas yang Anda miliki tentu lebih baik sehingga banderolan harga hunian Anda akan naik.

Aksesibilitas Area

Berada di wilayah yang dekat dengan berbagai macam tempat umum seperti sekolah, universitas, rumah sakit, mall, atau bahkan jalan tol menjadi salah satu cara untuk membanderol harga rumah. Jadi, di atas adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mematok harga rumah. Ada baiknya untuk selalu up to date pada harga-harga hunian di Indonesia sehingga lebih mudah untuk membanderol rumah Anda. Semoga membantu, ya!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

6 Komentar untuk "Cara Mematok Harga Jual Rumah"

  1. Kalau ditempat saya tinggal, bangunan tidak dihargai.
    Yang dihitung hanya harga tanahnya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah rugi dong mas. padahal bangunan juga mengeluarkan dana

      Hapus
  2. Nilai historis rumah juga mempengaruhi, apa pernah ditempati pejabat negara atau pahlawan, tentunya akan semakin mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia betul juga ya. pernah di tempati artis terkenal ya. mungkin akan semakin mahal

      Hapus
  3. Positioning dari tanah dan bangunan itu pun sangat mempengaruhi harga jual :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia betul banget mas. saat ini makin mudah aksesnya makin mahal juga

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel