Hukum Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72

Masrozakdotcom berbagi tajwid ayat al qur'an, kali ini ayat yang masrozakdotcom bahas adalah Hukum Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72. Pembahasan sebelumnya silahkan bisa disimak juga Tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12, ada juga Tajwid Surat Al Baqarah ayat 115, 116, 117, atau silahkan gunakan kotak pencarian untuk mencari tajwid ayat lainnya.

Sebelum masrozakdotcom membahas tajwidnya berikut adalah ayat, tulisan latin dan terjemahannya.

Update : 24 Sep 2018

Surat Al Anfal Ayat 72 berserta tulisan latin dan terjemahannya



Terjemahan Surat Al Anfal Ayat 72


Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya  pada jalan Alloh dan orang - orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan terhadap orang - orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. ( Tetapi ) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kamu wajin memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Alloh Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


 Nah itulah ayat dan terjemahannya serta tulisan dalam bentuk latinnya. Berikut adalah Hukum Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72.

Hukum Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72


Perhatikan ayat berikut ini yang sudah masrozakdotcm berikan tanda garis dan lingkaran yang berwarna warni. Setiap garis atau lingkaran yang memiliki warna sama tajwidnyapun sama.



Berikut adalah uraian tajwidnya

1. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna merah muda tajwidnya adalah gunnah
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah mad thobi'i
3. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna ungu tajwidnya adalah mad badal
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah idhar safawi
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikhfa
6. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna oranye tajwidnya adalah lamjalalah tarkik
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah mad wajib mutasil
8. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad lin
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah alif lam syamsiah
10. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna biru tajwidnya adalah iklab
11. Ayat yang diberikan tanda linkaran warna coklat tajwidnya adalah lam jalalah tafhim
12 Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah mad arid lisukun.
13. Pada ayat ini




yangberwarna merah huruf wau sukun bertemu huruf wau tajwidnya adalah idgom mutamasilain.
14. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idgham mimi

Berikut pembahasan melalui vidio



Isi Kandungan QS. Al Anfal (8): 72

Pada ayat ini disebutkan tiga golongan antara lain : Golongan Muhajirin, Golongan Anshor  dan golongan kaum muslimin yang tidak berhijrah ke  Madinah.

Golongan pertama ialah yang memperoleh derajat tertinggi dan mulia di sisi Allah yaitu kaum Muhajirin yang pertama-tama berhijrah bersama Nabi Muhammad saw. ke Madinah dan orang-orang yang menyusul berhijrah kemudian yaitu berhijrah sebelum terjadinya perang Badar. Semua kekerasan dan kekejaman yang ditimpakan kepada kaum Muhajirin ini disambut dengan sabar dan tabah dan tidak dapat menggoyahkan keimanan mereka sedikit pun. Mereka tetap bertahan dan berjuang membela agama yang hak dan bersedia berkorban dengan harta dan jiwa, bahkan mereka bersedia meninggalkan kampung halaman, anak, istri dan harta benda mereka. Oleh sebab itu mereka diberi sebutan oleh Allah dengan keistimewaan, pertama "beriman", kedua "berhijrah", ketiga "berjuang dengan harta dan benda di jalan Allah".

Golongan kedua ialah: "Kaum Ansar" di Madinah yang memeluk agama Islam, beriman kepada Nabi saw. dan mereka berjanji kepada Nabi dan kaum Muhajirin akan sama-sama berjuang di jalan Allah, bersedia menanggung segala resiko dan duka perjuangan, untuk itu mereka siap berkorban dengan harta dan jiwa. Nabi Muhammad saw. menanamkan rasa ukhuwah Islamiah antara kedua golongan ini sehingga kaum Ansar memandang kaum Muhajirin sebagai saudara keturunannya, masing-masing golongan dapat mewarisi. Karena itu Allah memberikan dua sebutan kepada mereka, pertama "memberi tempat kediaman" dan kedua "penolong dan pembantu" dalam hal ini pula mereka dinamai "kaum Ansar". Seakan-akan kedua golongan ini karena akrabnya hubungan telah menjadi satu, sehingga tidak ada lagi perbedaan hak dan kewajiban di antara mereka. Karena itu Allah telah menetapkan bahwa hubungan antara sesama mereka adalah hubungan karib kerabat, hubungan setia kawan, masing-masing merasa berkewajiban membantu dan menolong satu sama lainnya bila ditimpa suatu bahaya atau malapetaka. Mereka saling tolong-menolong, saling nasihat-menasihati dan tidak akan membiarkan orang lain mengurus urusan mereka, hanya dari kalangan merekalah diangkat pemimpin bilamana mereka membutuhkan pemimpin yang akan menanggulangi urusan mereka.

Golongan ketiga ialah: golongan kaum Muslimin yang tidak berhijrah ke Madinah. Mereka tetap saja tinggal di negeri yang dikuasai oleh kaum musyrikin seperti orang mukmin yang berada di Mekah dan beberapa tempat di sekitar kota Madinah. Mereka tidak dapat disamakan dengan kedua golongan Muhajirin dan Ansar karena mereka tidak berada dikalangan masyarakat Islam, tetapi berada di kalangan masyarakat musyrikin. Maka hubungan antara mereka dengan kaum Muslimin di Madinah tidak disamakan dengan hubungan antara mukmin Muhajirin dan Ansar dalam masyarakat Islam. Kalau hubungan antara sesama mukmin di Madinah sangat erat sekali bahkan sudah sampai kepada tingkat hubungan karib kerabat dan keturunan, maka hubungan dengan yang ketiga ini hanya diikat dengan keimanan saja.

Demikianlah hubungan antara dua golongan pertama dengan golongan ketiga ini, yang harus diperhatikan dan diamalkan dan mereka harus bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Allah selalu melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Demikian pembahasan hukum tajwid Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72 beserta tambahan kandungan ayatnya mudah - mudahan bermanfaat. aamiin.

Hal lain yang mungkin menarik utnuk anda ikuti Macam - Macam Sholat Sunah

21 Komentar untuk "Hukum Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72"

  1. terima kasih, sangat membantu

    BalasHapus
  2. yang garis berwarna merah muda itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang garis merah muda adalah idgham mimi atau idgham mutamasilen

      Hapus
  3. Makasih ya, ini sangat berguna :):(:

    BalasHapus
  4. Perbedaannya idgham mimi sama idgham mutamasilen apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bedanya adalah jika idgham mimi hanya pertemuan antara dua huruf yang sama yaitu mim mati bertemu dengan mim. sedangkan idgham mutamasilen adalah pertemuan antara huruf yang sama yang satunya mati berikutnya tidak mati.
      dengan demikian idgham mimi bisa disebut juga idgham mutamasilen tpi idgham mutamasilen tidak bisa disebut idgham mimi.

      Idgham mimi khusus untuk mim mati bertemu dengan mim

      Hapus
  5. terima kasih sangat bermanfaat . Allhamdulillah

    BalasHapus
  6. Garis yg warna hitam itu apa?

    BalasHapus
  7. Garis warna oranye itu apa ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. garis oranye pada kata mitsaqq itu qalqalah kubra

      Hapus
  8. Surat al hadid ayat 27 ngga ada apa kaa
    Nyari nyari ngga ketemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf baru membaca komentar. boleh coba saya buatkan dulu

      Hapus
    2. silahkan pembahasannya cari pada web blog ini menggunakan pencarian yang sudah tersedia di bgaian atas. atau silahkan ke halaman utama

      Hapus
  9. Surat al hadid ayat 27 ngga ada apa kaa
    Nyari nyari ngga ketemu

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel