Jangan Rusak Sendiri Kebaikan mu

Setiap manusia pasti pernah melakukan kebaikan tak terkecuali penjahat sekalipun. Ingat bukakankah seorang pencuripun sering berkata alasan mencuri demi menghidupi anak istri. Ingat menghidupi anak istri adalah kebaikan tapi jangan di rusak degan melakukan pencurian.
Itulah sedikit contoh kebaikan yang di rusak oleh tangan kita sendiri.
Maka solusinya adalah carilah rizki Alloh dengan jalan yang Halal. Ingat rizki tiap - tiap orang sudah di tetapkan oleh Alloh. Dan secara sederhananya tidak pernah ada cecak mati kelaparan sedangkan cecak makanannya adalah lalat atau nyamuk. Lalat atau nyamuk terbang sedang cecak tidak tapi semua sudah diatur bahwa akan ada lalat atau nyamuk yang masuk kedalam perut cecak.

Selain itu pula manusia pasti pernah dan mungkin ada yang sering atau katakanlah setidaknya pernah membantu sesama manusia yang kesulitan. Namun sayang, sangat di sayangkan pada kondisi lain tidak sediki yang malah merusak sendiri kebaikannya. Dengan cara apa dia merusak sendiri kebaikannya?




Perhatikan ini.



“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “ (Al Baqarah:264)



Nah itulah yang membuat kebaikan yang pernah di buat menjadi sia-sia bahkan mungkin malah menjadi minus dari kebaikan.

Maka dari itu hidarilah beberapa hal ini setelah kita berbuat kebaikan terhusus apabila kita sudah menolong kesusahan orang lain


1.  Menyebut - nyebutnya


“ Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya : Siapa mereka wahai Rasulullah ? Sabda beliau : Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu” (H.R. Muslim:106)


2. Menyakiti Orang Yang kita Tolong

Seperti kita merendahkannya, menyebut - nyebutnya dan lain lain yang sekiranya membuat orang yang kita tolong itu malah merasa tersakiti. Hal terbut akan membuat kebaikan yang pernah di lakukan hilang sirna bagiakan debu di atas batu yang terkena hujan lebat, tak ada sisanya. Maka dari itu jalanganlah rusak sendiri kebaikanmu.

3. Riya

Maksud dari riya adalah ingin terlihat oleh orang laik jika si pelaku telah berbuat kebaikan.
Dan dengan berbuat seperti itu berharap mendapatkan pujian, sanjungan dan lain - lain yang berasal dari mahluk.
Padahal hal tersebut merusak bahkan menghilangkan perbuatan yang di buat oleh sipelaku kebaikan seperti hilangnya pasir pada batu yang terkena air hujan lebat.
Itulah bujuk rayu setan setelah manusia berbuat kebaikan, supaya manusia banyak yang menjadi temannya kelak.

Ingat Alloh dalam banyak ayat sudah mengingatkan Jika setan itu adalah musuh yang nyata. Jadi jangan di ikuti. Dianataranya adalah



ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ




Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia ( Q.S) Yusuf ayat 12

 

Lalu Bagaimana Solusi Setelah Berbuat Kebaikan supaya tidak rusak?

Dalam hal ini tentu ada jalan keluar yang mantep, yaitu Iklas.
Iklas dalam menolong, iklas dalam beramal baik, iklas dalam menjalani berbuat baik.

Banyak sekali pembahasan tentang iklas dalam media - media, baik cetak elektronik ataupun sosmed.

Namun tak salah jika masrozak dot com sedikit mengulasnya di sini tentang iklas sebagai solusi dalam beramal supaya tidak di rusak diri sendiri.

Iklhas secara bahasa artinya tulus hati, redo, Iklas ridho tulus hati karena siapa?
Karena Alloh semata.

Apa - apa yang dilakukan semata - mata hanya karena Alloh bukan karena yang lainnya.

Ketika  berbuat kebaikan, iklas lah karena Alloh, tulus hati berbuat kebaikan karena hanya mengharap balasan dari Alloh semata.

Hanya itu solusinya supaya amal baik kita, perbuatan baik kita seperti menolong orang ataupun perbuatan baik apapun supaya tidak di rusak oleh diri sendiri maka lakukanlah dengan IKLAS.

Dengan Iklas meskipun perbuatan baik kita di cibir orang tidak diperhatikan orang ga akan mengurangi nilai kebaikan itu sendiri.

Orang tak peduli dengan kebaikan yang pernah dilakukan biarlah....
Orang tidak membalas perbuatan baik yang pernah kita lakukan, biarlah...

Karena bukan itu tujuannya, tujuannya adalah karena mengharaf Alloh.

Ingatlah Alloh memiliki segalanya, ketika kinta minta kepada Alloh dan Alloh rodho dengan perbuatan mahluknya dan Alloh pasti mengabulkannya tidak akan ada yang bisa menghalinya meskipun langit dan bumi bersatu untuk menghalanginya. Ketika Alloh berkata jadi maka jadilah ia.

Iklas itulah kunci supaya amal baik kita tidak kita rusak sendiri.

Iblispun berkata seperti ini dalam alqur'an



Iblis berkata: “Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka”. (Al Hijr: 39-40) 


Jadi supaya perbuatan baik yang pernah di kalukan tidak rusak oleh tangan kita sendiri maka lakukanlah perbuatan baik itu dengan Iklas karena Alloh.

Sekian Semoga bermanfaat. Khususnya untuk penulis dan umumnya untuk umat manusia yang ada di alam semesta ini. AAMIIN

Bermanfaat.

Boleh di sebarkan.


Langganan Pembahasan Terbaru:

0 Response to "Jangan Rusak Sendiri Kebaikan mu"

Posting Komentar