Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Rasulullah saw. sebagai pembawa risalah Allah Swt. bertugas menjelaskan ajaran yang diturunkan Allah Swt. melalui al-Qur’ān kepada umat manusia. Oleh karena itu, hadis berfungsi untuk menjelaskan (bayan) serta menguatkan hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur’ān. Silahkan simak juga Kedudukan Hadist Sebagai Sumber Hukum Islam Kedua.

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’ān

 

a. Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’ān yang masih bersifat umum


Contohnya adalah ayat al-Qur’ān yang memerintahkan salat. Perintah salat dalam al-Qur’ān masih bersifat umum sehingga diperjelas dengan hadis-hadis Rasulullah saw. tentang śalat, baik tentang tata caranya maupun jumlah bilangan raka’at-nya. Untuk menjelaskan perintah śalat tersebut misalnya keluarlah sebuah hadis yang berbunyi, “Śalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku śalat”. (H.R. Bukhari)

b. Memperkuat pernyataan yang ada dalam al-Qur’ān

Seperti dalam al-Qur’ān terdapat ayat yang menyatakan, “Barangsiapa di antara kalian melihat bulan, maka berpuasalah!” Maka ayat tersebut diperkuat oleh sebuah hadis yang berbunyi, “... berpuasalah karena
melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya ...” (H.R. Bukhari dan Muslim)

c. Menerangkan maksud dan tujuan ayat

Misal, dalam Q.S. at-Taubah/9:34 dikatakan, “Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, kemudian tidak membelanjakannya di jalan Allah Swt., gembirakanlah mereka dengan azab yang pedih!” Ayat ini
dijelaskan oleh hadis yang berbunyi, “Allah Swt. tidak mewajibkan zakat kecuali supaya menjadi baik harta-hartamu yang sudah dizakati.” (H.R.Baihaqi)

d. Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Qur’ān

Maksudnya adalah bahwa jika suatu masalah tidak terdapat hukumnya dalam al-Qur’ān, diambil dari hadis yang sesuai. Misalnya, bagaimana hukumnya seorang laki-laki yang menikahi saudara perempuan istrinya.

Maka hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah saw :
Artinya: “Dari Abi Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: “Dilarang seseorang mengumpulkan (mengawini secara bersama) seorang perempuan dengan saudara dari ayahnya serta seorang perempuan dengan saudara perempuan dari ibunya.” (H.R. Bukhari)

Demikian Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an, semoga bermanfaat.

Silahkan simak juga Jenis Jenis Hadist Beserta Pengertian dan Contohnya

Read More
Perintah - Perintah Jujur Dalam Al Qur'an dan Hadist

Perintah - Perintah Jujur Dalam Al Qur'an dan Hadist

Perintah - Perintah Jujur Dalam Al Qur'an dan Hadist cukup banyak berikut adalah beberapa perintahnya.

Perintah Jujur dalam Al Qur'an

1. Q.S. al-Māidah/5:8

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Simak juga pembahasan lainnya, yaitu Tajwid Surat Al Maidah ayat 8

Kandungan Q.S. al-Māidah/5:8

Ayat ini memerintahkan kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur, dan ikhlas karena Allah Swt., baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi. Karena hanya dengan demikianlah mereka bisa sukses dan memperoleh hasil balasan yang mereka harapkan.

Dalam persaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabatnya sendiri. Ayat ini seirama dengan Q.S. an-Nisā/4:153 yaitu sama-sama menerangkan tentang seorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian. Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu, bapak, dan kerabat, sedang dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.

Menurut Ibnu Ka¡ir, maksud ayat di atas adalah agar orang-orang yang beriman menjadi penegak kebenaran karena Allah Swt., bukan karena manusia atau karena mencari popularitas, menjadi saksi dengan adil dan tidak curang, jangan pula kebencian kepada suatu kaum menjadikan kalian berbuat tidak adil terhadap mereka, tetapi terapkanlah keadilan itu kepada setiap orang, baik teman ataupun musuh karena sesungguhnya perbuatan adil menghantarkan pelakunya memperoleh derajat takwa.

Terkait dengan menjadi saksi dengan adil, ditegaskan dari Nu’man bin Basyir, “Ayahku pernah memberiku suatu hadiah. Lalu ibuku, ‘Amrah binti Rawahah, berkata, ‘Aku tidak rela sehingga engkau mempersaksikan hadiah itu kepada Rasulullah saw. Kemudian, ayahku mendatangi beliau dan meminta beliau menjadi saksi atas hadiah itu. Maka Rasulullad saw. pun bersabda:

Artinya: “Apakah setiap anakmu engkau beri hadiah seperti itu juga? ‘Tidak’, jawabnya. Maka beliau pun bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah Swt., dan berbuat adillah terhadap anak-anak kalian!’ lebih lanjut beliau bersabda, ‘Sesungguhnya, aku tidak mau bersaksi atas suatu ketidakadilan.’ Kemudian ayahku pulang dan menarik kembali pemberian tersebut.”

2. Q.S. at-Taubah/9:119

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt., dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

Simak Juga Pembahasan Lainnya, yaitu Tajwid Surat At Taubah Ayat 119

Kandungan Q.S. at-Taubah/9:119

Dalam ayat ini, Allah Swt. menunjukkan seruan-Nya dan memberikan bimbingan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya, agar mereka tetap dalam ketakwaan serta mengharapkan ri«a-Nya, dengan cara menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan-Nya, dan menjauhi segala larangan yang telah ditentukan-Nya, dan hendaklah senantiasa bersama orang-orang yang benar dan jujur, mengikuti ketakwaan, kebenaran dan kejujuran mereka.

Dan jangan bergabung kepada kaum munafik, yang selalu menutupi kemunafikan mereka dengan kata-kata dan perbuatan bohong serta ditambah pula dengan sumpah palsu dan alasan-alasan yang tidak benar.

Simak juga Cara Memaknai Kejujuran

Perintah Jujur dalam Hadist

Hadis dari Abdullah bin Mas’ud ra.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan sesantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)

Kandungan Hadis

Dalam sebuah hadis panjang yang berasal dari Syihab diceritakan bahwa ketika Rasulullah saw. akan melakukan gazwah (penyerangan) ke Tabuk untuk menyerang tentara Romawi dan orang-orang Kristen di Syam, salah seorang sahabat yang bernama Ka’ab bin Malik mangkir dari pasukan perang, Ka’ab menceritakan bahwa mangkirnya ia dari peperangan tersebut bukan karena sakit ataupun ada suatu masalah tertentu, bahkan menurutnya hari itu justru ia sedang dalam kondisi prima dan lebih prima dari hari-hari sbelumnya.

Tetapi entah mengapa ia merasa enggan untuk bergabung bersama pasukan Rasulullah saw. sampai akhirnya ia ditinggalkan oleh pasukan Rasulullah saw. Sekembalinya pasukan Rasulullah saw. ke Madinah, ia pun bergegas menemui Rasulullah saw. dan berkata jujur tentang apa yang ia lakukan. Akibatnya, Rasul menjadi murka, begitu pula sahabat-sahabat lainnya. Ia pun dikucilkan bahkan diperlakukan seperti bukan orang Islam, sampai-sampai Rasulullah saw. memerintahkannya untuk berpisah dengan istrinya.

Setelah lima puluh hari berselang, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw. yang menjelaskan bahwa Allah Swt. telah menerima taubat Ka’ab dan dua orang lainnya. Allah Swt. benar-benar telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan Anśar yang mengikutinya dalam saat-saat sulit setelah hampir-hampir saja
hati sebagian mereka bermasalah. Kemudian, Allah Swt. menerima taubat mereka dan taubat tiga orang yang mangkir dari jihad sampai-sampai mereka merasa sumpek dan menderita. Sesungguhnya Allah Swt. Maha Pengasih dan Penyayang.

Ketika ia diberi kabar gembira bahwa Allah Swt. telah menerima taubatnya, dan Rasulullah saw. telah memaafkannya, Ka’ab berkata, “Demi Allah Swt. tidak ada nikmat terbesar dari Allah Swt. setelah nikmat hidayah Islam selain kejujuranku kepada Rasulullah saw. dan ketidakbohonganku kepada beliau sehingga saya tidak binasa seperti orang-orang yang berdusta, sesungguhnya Allah Swt. berkata tentang mereka yang berdusta dengan seburuk-buruk perkataan.

Demikian  Perintah - Perintah Jujur Dalam Al Qur'an dan Hadist, yang bisa masrozakdotcom tuliskan semoga bermanfaat.
Perintah - Perintah Jujur Dalam Al Qur'an dan Hadist

Read More
Memahami Makna Kejujuran

Memahami Makna Kejujuran

1. Pengertian Jujur

Dalam bahasa Arab, kata jujur semakna dengan “aś-śidqu” atau “śiddiq” yang berarti benar, nyata, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kazibu”.

Secara istilah, jujur atau aś-śidqu bermakna:
(1) kesesuaian antara ucapan dan perbuatan;
(2) kesesuaian antara informasi dan kenyataan;
(3) ketegasan dan kemantapan hati; dan
(4) sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.

2. Pembagian Sifat Jujur

Imam al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (śiddiq) sebagai berikut.

a. Jujur dalam niat atau berkehendak, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah Swt.

b. Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima dengan yang disampaikan. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali dengan jujur. Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan cara selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji termasuk jujur jenis ini.

c. Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh sehingga perbatan §ahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.

Kejujuran merupakan fondasi atas tegaknya suatu nilai-nilai kebenaran karena jujur identik dengan kebenaran. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah Swt. dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (Q.S. al-Ahzāb/33:70)

Orang yang beriman perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya karena sangat berdosa besar bagi orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan perkataannya dengan perbuatan, atau berbeda apa yang di lidah dan apa yang diperbuat. Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. aś-¤aff/61:2-3).

Pesan moral ayat tersebut tidak lain memerintahkan satunya perkataan dengan perbuatan. Dosa besar di sisi Allah Swt., mengucapkan sesuatu yang tidak disertai dengan perbuatannya. Perilaku jujur dapat menghantarkan pelakunya menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Bahkan, sifat jujur adalah sifat yang wajib dimiliki oleh setiap nabi dan rasul. Artinya, orang-orang yang selalu istiqamah atau konsisten mempertahankan kejujuran, sesungguhnya ia telah mamiliki separuh dari sifat kenabian.

Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta maupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur, dan
setia. Dinamai demikian karena segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

Sifat jujur dan terpercaya merupakan sesuatu yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan, dan hidup bermasyarakat. Di antara faktor yang menyebabkan Nabi Muhammad saw. berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifat dan akhlaknya yang sangat terpuji.

Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya sehingga ia mendapa gelar al-Amin (orang yang dapat dipercaya atau jujur).

Kejujuran akan mengantarkan seseorang mendapatkan cinta kasih dan keridaan Allah Swt. Sedangkan kebohongan adalah kejahatan tiada tara, yang merupakan faktor terkuat yang mendorong seseorang berbuat kemunkaran dan menjerumuskannya ke jurang neraka.

Kejujuran sebagai sumber keberhasilan, kebahagian, serta ketenteraman, harus dimiliki oleh setiap muslim. Bahkan, seorang muslim wajib pula menanamkan nilai kejujuran tersebut kepada anak-anaknya sejak dini hingga pada akhirnya mereka menjadi generasi yang meraih sukses dalam mengarungi kehidupan.

Adapun kebohongan adalah muara dari segala keburukan dan sumber dari segala kecaman karena akibat yang ditimbulkannya adalah kejelekan, dan hasil akhirnya adalah kekejian. Akibat yang ditimbulkan oleh kebohongan adalan namimah (mengadu domba), sedangkan namimah dapat melahirkan kebencian.

Demikian pula kebencian adalah awal dari permusuhan. Dalam permusuhan tidak ada keamanan dan kedamaian. Dapat dikatakan bahwa, “orang yang sedikit kejujurannya niscaya akan sedikit temannya.”

Memahami Makna Kejujuran


Contoh Bukti Kejujuran Nabi Muhammad saw

Ketika Nabi Muhammad hendak memulai dakwah secara terbuka dan terang-terangan, langkah pertama yang dilakukan misalnya, Rasulullah saw. berdiri di atas bukit, kemudian memanggil-manggil kaum Quraisy
untuk berkumpul, “Wahai kaum Quraisy, kemarilah kalian semua. Aku akan memberikan sebuah berita kepada kalian semua!”

Mendengar panggilan lantang dari Rasulullah saw., berduyun-duyun kaum Quraisy berdatangan, berkumpul untuk mendengarkan berita dari manusia jujur penuh pujian. Setelah masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, beliau tersenyum kemudian bersabda, “Saudara-saudaraku, jika aku memberi kabar kepadamu, jika di balik bukit ini ada musuh yang sudah siaga hendak menyerang kalian, apakah kalian semua percaya?” Tanpa ragu semuanya menjawab mantap, “Percaya!”

Kemudian, Rasulullah kembali bertanya, “Mengapa kalian langsung percaya tanpa membuktikannya terlebih dahulu?” Tanpa ragu-ragu orang yang hadir di sana kembali menjawab mantap, “Engkau sekalipun tidak pernah berbohong, wahai al-Amin. Engkau adalah manusia yang paling jujur yang kami kenal.”

Demikian tentang Memahami Makna Kejujuran, semoga bermanfaat.

Read More
Memahami Makna Busana Muslim/Muslimah dan Menutup Aurat

Memahami Makna Busana Muslim/Muslimah dan Menutup Aurat

Memahami Makna Busana Muslim/Muslimah dan Menutup Aurat

 1. Makna Aurat

Menurut bahasa, aurat berati malu, aib, dan buruk. Kata aurat berasal dari kata awira yang artinya hilang perasaan. Jika digunakan untuk mata, berarti hilang cahayanya dan lenyap pandangannya. Pada umumnya, kata ini memberi arti yang tidak baik dipandang, memalukan dan mengecewakan.

Menurut istilah dalam hukum Islam, aurat adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt.

2. Makna Jilbab dan Busana Muslimah

Secara etimologi, jilbab adalah sebuah pakaian yang longgar untuk menutup seluruh tubuh perempuan kecuali muka dan kedua telapak tangan. Dalam bahasa Arab, jilbab dikenal dengan istilah khimar, dan bahasa Inggris jilbab dikenal dengan istilah veil.

Selain kata jilbab untuk menutup bagian dada hingga kepala wanita untuk menutup aurat perempuan, dikenal pula istilah kerudung, hijab, dan sebagainya.

Pakaian adalah barang yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya). Dalam bahasa Indonesia, pakaian juga disebut busana. Jadi, busana muslimah artinya pakaian yang dipakai oleh perempuan. Pakaian perempuan yang beragama Islam disebut busana muslimah.

Berdasarkan makna tersebut, busana muslimah dapat diartikan sebagai pakaian wanita Islam yang dapat menutup aurat yang diwajibkan agama untuk menutupinya, guna kemaslahatan dan kebaikan wanita itu sendiri serta masyarakat di mana ia berada.

Perintah menutup aurat sesungguhnya adalah perintah Allah Swt. yang dilakukan secara bertahap. Perintah menutup aurat bagi kaum perempuan pertama kali diperintahkan kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. agar tidak berbuat seperti kebanyakan perempuan pada waktu itu (Q.S. al-Ahzāb/33: 32-33). Setelah itu, Allah Swt. memerintahkan kepada istri-istri Nabi saw. agar tidak berhadapan langsung dengan laki-laki bukan mahramnya (Q.S. al- Ahzāb/33:53).

Selanjutnya, karena istri-istri Nabi saw. juga perlu keluar rumah untuk mencari kebutuhan rumah tangganya, Allah Swt. memerintahkan mereka untuk menutup aurat apabila hendak keluar rumah (Q.S. al Ahzāb/33:59). Dalam ayat ini, Allah Swt. memerintahkan untuk memakai jilbab, bukan hanya kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. dan anak-anak perempuannya, tetapi juga kepada istri-istri orang-orang yang beriman.

Dengan demikian, menutup aurat atau berbusana muslimah adalah wajib hukumnya bagi seluruh wanita yang beriman.

Simak juga pembahasan lainnya Dalil-Dalil Perintah Menutup Aurat.
Read More
Tajwid Surat An Naziat Ayat 22-30

Tajwid Surat An Naziat Ayat 22-30

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Bertemu kembali dengan saya masrozakdotcom dalam pembahasan tajwid, kali ini tajwid yang saya bahas adalah tajwid surat An Naziat ayat 22-30. Silahkan simak juga pembahasan ayat lainnya, yaitu Tajwid Surat An naziat ayat 1-12 dan Tajwid surat An naziat ayat 13-21. Mudah mudahan bisa bermanfaat. Aamiin.

Surat An Naziat Ayat 22-30

Perhatikan ayat berikut ini.




Tajwid Surat An Naziat Ayat 22-30

Berikut pembahasan tajwidnya. Sialhkan bandingkan dengan ayat di atas jika tidak jellas tulisannya.


1. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah gunnah musyadaddah / wajibul gunnah
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qlqalah sugra
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad thabi'i
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna jingga/oranye tajwidnya adalah alif lam qamariah / idhar qamariah
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah idgham bilagunnah
6. Ayat yang diberikan tanda lingkran warna merah muda tajwidnya adalah idgham bigunnah
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikfa hakiki
8. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah idhar khalqi
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah alif lam syamsiah / idhar syamsiah


Demikian pembahasan tajwid Surat An Naziat Ayat 22-30, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Read More
Cara Merawat Baterai Laptop Agar Tidak Cepat Bocor

Cara Merawat Baterai Laptop Agar Tidak Cepat Bocor


Laptop kini menjadi barang elektronik yang paling banyak dipakai setelah smartphone. Baik pelajar maupun pekerja tentu memerlukan barang elektronik ini sebagai penunjang kegiatan sehari-hari. Apalagi laptop lebih praktis untuk digunakan dibanding PC, sebab itulah penggunaan laptop kini tidak hanya sebatas untuk urusan pekerjaan saja. Namu seiring dengan semakin lamanya pemakaian laptop, kadang banyak komponen yang menurun performanya dan akan menghambat kinerja dari laptop itu sendiri. Salah satu komponen yang sering bermasalah adalah baterai.

Baterai merupakan komponen yang vital untuk sebuah laptop karena baterai merupakan sumber daya utama. Meskipun daya baterai terbatas hanya bisa bertahan 2 samapai 4 jam saja namun jika baterai mulai bocor tentu akan merepotkan Anda karena daya tahannya akan berkurang. Apalagi untuk Anda yang aktif bekerja diluar dan selalu memerlukan laptop, jika baterai bocor akan mengakibatkan laptop cepat mati Anda pun akan kerepotan karena harus selalu mencari colokan untuk mengisi daya baterai laptop.

Tapi sebenarnya bagaimana sih ciri-ciri penyebab baterai laptop yang sudah mulai bocor?

Gampang saja untuk mendetksinya, jika baterai laptop Anda cepat berkurang atau boros bisa dipastikan bahwa baterai sudah mulai bocor. Selain itu Anda juga bisa melihatnya dari presentase baterai, jika sudah mulai tidak teratur dan tidak akurat itulah pertanda baterai laptop sudah harus diganti. Namun kebocoran baterai bisa loh dicegah, yuk simak 5 cara merawat baterai laptop berikut agar tidak cepat bocor.


Gunakan Charger Original

Barang yang original tentu lebih unggul dari segi kualitas. Penggunaan charger dengan merk yang original dari laptop merupakan hal yang harus Anda lakukan jika tidak ingin baterai cepat bocor. Karena charger yang original sudah disesuaikan dengan daya baterai sehingga pengisian daya baterai akan lebih cepat dan baterai akan lebih awet. Jika charger original laptop Anda sudah rusak, sebaiknya beli dengan charger laptop yang original juga jangan tergiur dengan charger kw dengan harga yang lebih murah karena charger yang kw bisa merusak baterai laptop Anda

Hentikan Pemakaian saat Baterai 10%

Jika daya baterai tinggal 10% sebaiknya Anda hentikan semua pekerjaan anda dan mulai untuk mengisi baterai. Jangan biarkan baterai sampai kosong karena hal ini pun akan merusak daya tahan baterai. 

Charging Laptop dalam Keadaan Mati

Sebaiknya charging baterai laptop saat dalam keadaan mati karena bisa merawat baterai agar bisa lebih tahan lama. Namun jika laptop sedang Anda gunakan, Anda bisa menunggu terlebih dahulu sampai baterai terisi hingga 30% setelah itu baru bisa Anda gunakan kembali. Jika menggunakan laptop dalam keadaan masih mengisi daya dikhawatirkan akan membuat baterai laptop bocor.

Perhatikan Alas saat Menggunakan Laptop

Jangan menggunakan alas laptop yang terbuat dari kain karena akan menghambat sirkulasi udara laptop dan akan membuat baterai laptop menjadi panas. Sebisa mungkin gunakan lah alas meja ataupun menggunakan cooling pad untuk mendukung pembuangan angina kipas processor.

Cabut Charger saat Sudah Terisi 100%

Segeralah mencabut charger jika pengisian baterai sudah full 100%. Mebiarkan baterai laptop tetap terisi meskipun sudah penuh akan membuat baterai rusak. Anda akan memperpendek jangka waktu umur baterai jika baterai terus-terusan diisi karena akan membuat arus listrik terus mengalir.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat baterai laptop Anda. Jika anda membutuhkan baterai laptop baru,segera kunjungi MatahariMall.com untuk mendapatkan penawaran hemat. Selain baterai, di MatahariMall juga menyediakan beragam komponen laptop lain. Yuk segera kunjungi toko online terlengkap MathariMall.
Read More