Tajwid Surat Ali Imran Ayat 85 sampai 87

Tajwid Surat Ali Imran Ayat 85 sampai 87

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillah bertemu kembali dengan saya masrozakdotcom dalam pembahasan tajwid pada ayat - ayat tertentu. Ingsa Alloh pada kesempatan kali ini tajwid yang dibahas adalah tajwid sural Ali Imran Ayat 85 sampai 87. Mudah - mudahan bisa bermanfaat untuk kita semuanya untuk pembelajaran bersama.
Silahkan simak juga pembahasan lainnya di sini Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2 dan juga pembahasan lainnya disini Tajwid Surat Ali Imran Ayat 133.

 Surat Ali Imran Ayat 85 sampai 87


Terjemahannya
85. Dan barang siapa  mencari  agama selain islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi
86. Bagaimana Alloh akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul ( Muhammad) itu benar - benar ( rasul), dan bukti - bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang - orang dzolim
87. Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Alloh, para malaikat, dan manusia seluruhnya.

Tajwid Surat Ali Imran Ayat 85 sampai 87


Untuk pembahasan tajwidnya silahkan perhatikan ayat berikut ini yang sudah diberikan tanda - tanda khusus.






1. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idgham bigunnah.
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qalqalah sugra
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah alif lam qamariah / idhar qamariah
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad thabi'i
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ihfa hakiki
6. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah mad arid lisukun
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah idhar safawi
8. Ayat yang diberikan tanda kotak warna ungu tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah gunnah musyadaddah / wajibul gunnah
10. Ayat yang diberikan tanda garis warna jingga / oranye tajwidnya adalah alif lam syamsiah / idhar syamsiah
11. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu abu tajwidnya adalah mad wajib muttasil

Demikian tajwid yang bisa saya bahas dalam surat Ali Imran ayat 85-87 mudah - mudahan bermanfaat.
Bantu sebarkan supaya bisa lebih bermanfaat.

Silahkan berkomentat jika ada yang ditanyakan atau ditambahkan atau dikoreksi.

Semoga Alloh membelasnya dengan yang lebih baik. aamiin

Terimakasih

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Read More
Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2

Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillah bertemu kembali dengan saya masrozakdotcom dalam pembahasan tajwid ayat - ayat tertentu. Ingsa Alloh kali ini tajwid yang saya bahas adalah tajwid surat An Nur ayat 1 dan 2. Sebelumnya supaya bisa lebih memahami pembahasan tajwid ini bisa disimak terlebih dahulu pembahasan - pembahasan berikut ini Cara mengetahui yang mana mad thobi'i itu, Cara mudah mengetahui indhar khalqi, Ihfa hakiki atau silahkan cari pada kolom pencarian yang telah saya sediakan di bagian atas web blog ini untuk mencari yang diperlukan. Mudah - mudahan bisa bermanfaat.

Baiklah kita lanjutkan pembahasannya.

Surat An Nur Ayat 1 dan 2

Berikut adalah bacaan surat An Nur ayat 1 dan 2 berserta terjemahannya. Sumber bacaan bahasa arabnya saya ambil dari aplikasi smartphone.

Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2

Terjemahannya
1. ( inilah suatu surat) yang Kami turunkan dan Kami wajibkan ( menjalankan hukum  - hukumnya), dan kami turunkan didadalamnya tanda - tanda ( kebesaran Alloh) yang jelas agar kamu ingat.
2. Pezina perempuan dan pezina laki - laki, deralah masing - masing dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama ( hukum) Alloh, jika kamu beriman kepada Alloh dan hari Kemudian; dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang - orang yang beriman.

Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2

Baiklah selanjutnya setelah mengetahui bacaan ayat dan terjemahnnya mari kita bahas sama - sama tajwidnya.
Jika ada yang ingin ditanyakan atau di tambahkan bisa di kolom komentar.

Tajwid Surat An Nur Ayat 1 dan 2


1. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah mad thabi'i
2. Ayat yang diberikan tanda kotak warna kuning tajwidnya adalah idhar khalqi
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah ikfa hakiki
4. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna hijau tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah iklab. Tentang iklab silahkan bisa di cek disini Iklab
6. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah idgom bilagunnah
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu abu tajwidnya adalah idhar safawi
8. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah muda tajwidnya adalah mad arid lisukun
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna oranye / jingga tajwidnya adalah alif lam syamsiah / idhar syamsiah
10. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah qalqalah sugra
11. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idghom bigunah
12. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah alif lam qamariah / idhar qamariah
13. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikfa safawi. Tentang ikhfa safawi silahkan simak di sini Hukum Mim Mati Bertemu dengan huruf Hijaiyah.

Demikian pembahasan tajwid yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. Silahkan berkomentar jika ada yang ditambahkan dan ditanyakan.

Sebagai tambahan jika ingin mengetahui tanda - tand suatu tajwid bisa disimak pada kumpulan artikel berikut ini Hukum Nun Mati dan Tajwin.

Terimakasih
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Read More
Tajwid Surat At Taubah Ayat 104

Tajwid Surat At Taubah Ayat 104

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokattuh.
Ahamdulillah masrozakdotcom kembali menuliskan pembahasan tajwid pada ayat - ayat tertentu. Kali ini tajwid yang akan masrozakdotcom bahas adalah tajwid surat At taubah ayat 104.
Alahkah baiknya sebelum memabas tajwid pada ayat ini kita kenal dulu dengan tanda - tanda tajwid. Misalkan tanda tajwid ilif lam syamsiah / idhar syamsiah itu seperti apa sih.?
Atau misalkan tanda idhar safawi itu seperti apa sih?
Sebagai contoh salah satu referensi yang bisa digunakan, silahkan bisa di cek disini Hukum bacaan Alif Lam atau di sebut Lam Ta'rif dan Hukum Bacaan mim mati bertemu dengan huruf hijaiyah. Atau jika ingin belajar semuanya silahkan bisa mempelajari secara perlahan di sini Hukum Tajwid Lengkap.
Tidak lain dan tidak bukan tujuannya supaya kita bisa benar - benar memahami penyebutan tajwid - tajwid yang akan kita bahas, sehingga jika diterapkan pada ayat - ayat lainnya ingsa Alloh kita akan bisa. aamiin.

Baiklah supaya tidak terlalu panjang, silahkan simak terlebih dahulu  Surat At Taubah Ayat 104

Surat At Taubah Ayat 104

Tajwid Surat At Taubah Ayat 104


Terjemahan:

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?


Tajwid Surat At Taubah Ayat 104 

Baiklah setelah kita mengetahui ayat dan terjemahannya berikut adalah pembahasan tajwidnya.
Seperti biasa silahkan perhatikan ayat - ayat yang sudah diberikan tanda khusus garis berwarna warni. Mohon maaf jika garisnya tidak lurus.
Tajwid Surat At Taubah Ayat 104

1. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah idhar safawi
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah gunnah musyadaddah / wajibul gunnah
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah lam jalalah tafhim dibacanya tebal
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qalqalah sugra
6. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah alif lam syamsiah / idhar syamsiah
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah madlin / harfulin
8. Ayat yang diberikan tanda garis warna jingga / oranye tajwidnya adalah idhar khalqi
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah mad thabi'i
10. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah mad arid lisukun.

Demikian pembahasan tajwid pada surat At Taubah ayat 104, mudah - mudahan bermanfaat.
Silahkan bantu sebarkan kepada teman - teman dengan menekan tobol share baik di fb ataupun medsos lainnya supaya bisa belajar bersama - sama.
Terimakasih.
Mudah - mudahan Alloh mencatat sebagai amal baik di sisiNya yang terus mengalir. aamiin

Demikian pembahasannya

Wassalamaualaikum Warohmatullohi Wabarokaatun.

Sumber terjamahan ayat
https://tafsirq.com/9-at-taubah/ayat-104
Sumber bacaan ayat aplikasi Salaam
Read More
Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 196

Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 196

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillah bertemu kembali dengan saya masrozakdotcom dalam pembahasan tajwid. Alangkah baiknya sebelum membahas suatu tajwid pada ayat - ayat tertentu mengatehui terlebih dahulu dasar - dasar hukum tajwid seperti hukum tajwid nun mati atau tajwid bertemu dengan huruf Hijaiyah, ataupun hukum - hukum tajwid yang berkaitan dengan hukum bacaan lainnya seperti hukum mim mati dan lain - lain. Silahkan saja klik linknya untuk belajar lebih lanjut. Baiklah pada kesempatan kali ini jika sudah menyimak tentang dasar - dasar hukum tajwidnya, mari kita bahas bersama tajwid surat Al Baqarah Ayat 196 ini bersam - sama.


Surat Al Baqarah Ayat 196

Mari kita bahas bersama - sama ayat dan terejmahnnya. Mari kita baca - besama - sama.

Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 196

Terjemahannya

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah[1]. Jika kamu terhalang (oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) hadyu[2] yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu[3], sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya[4]. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya[5] (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah[6], yaitu berpuasa, bersedekah atau berkorban[7]. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di bulan haji), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat[8]. Tetapi jika dia tidak mendapatkan (binatang hadyu atau tidak mampu), maka dia wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji[9] dan tujuh hari (lagi) setelah kamu kembali[10]. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram[11]. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya[12]


Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 196

Baiklan seperti niat dari awal kita akan sama - sama membahas tajwidnya. Silahkan perhatikan ayat yang sudah diberikan tanda garis, lingkaran dan mungkin bentuk lainnya yang waran warni. Mudah - mudahan dengan diberikannya tanda seperti itu memudahkan kita semuanya dalam membahas tajwidnya.

Perhatikan ayat berikut ini

Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 196


1. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah gunnah musyadaddah / wajibul gunnnah.
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah alif lam qamariah / idhar qamariah
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna oranye / jingga tajwidnya adalah idhar safawi
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah idhar khalqi
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qalqalah sugra
6. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah mad thabi'i
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikfa hakiki
8. Ayat yang diberikan tanda kotak warna merah muda tajwidnya adalah idghom mimi/idgham mutamasialin
9. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah muda tajwidnya adalah idgham bigunnah
10. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalahidgham bilagunnah
11. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna hijau tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
12. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna biru tajwidnya adalah qalqalah kubra

Demikian pembahasan tajwid surat Al Baqarah ayat 196, silahkan simak pembahasan lainnya di kolong artikel terkait. Mudah - mudahan menmabh ilmu yang bermanfaat.


Keterangan tambahan, keterangan nomor pada terjemahan ayat

 [1] Ayat di atas menunjukkan beberapa hal:
- Wajibnya hajji dan umrah, bagi mereka yang berpendapat bahwa umrah hukumnya wajib.
- Wajibnya menyempurnakan keduanya, dengan memenuhi rukun dan kewajibannya.
- Hajji dan Umrah wajib disempurnakan –jangan diputuskan- meskipun ketika hukumnya sunat.
- Perintah agar menjalankannya sebaik mungkin.
- Perintah agar mekakukan hajji dan Umrah ikhlas karena Allah.
- Hendaknya seseorang tidak keluar dari hajji dan umrah ketika telah menjalankannya kecuali jika terjadi hashr (terhalang karena musuh, sakit atau tersesat di jalan).

[2] Yang dimaksud dengan hadyu di sini ialah menyembelih binatang korban sebagai pengganti pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan; atau sebagai denda karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya di dalam ibadah haji. Jika tidak memperoleh hadyu, maka melakukan gantinya yaitu berpuasa selama sepuluh hari sebagaimana orang yang berhajji tamattu'.

[3] Mencukur kepala adalah salah satu pekerjaan wajib dalam haji, sebagai tanda selesai ihram.

[4] Yakni di tempat dirinya terhalang lalu dibagikan kepada kaum fakir di sekitar tempat itu. Adapun mereka yang tidak terhalang tidak menyembelih hadyu kecuali di tanah haram yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau hari-hari setelahnya (hari tasyriq).

[5] Misalnya ada kutu atau pusing yang berat.

[6] Termasuk yang wajib berfidyah adalah orang yang mencukur kepalanya bukan karena udzur, memakai wewangian, memakai pakaian berjahit dan meminyaki rambut.

[7] Imam Bukhari meriwayatkan dari Ka'ab bin Ujrah, ia berkata, "Aku pernah berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Hudaibiyah, sedangkan kepalaku ketika itu dipenuhi kutu, lalu Beliau bersabda, "Apakah binatang ini mengganggumu?" Aku menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Kalau begitu, cukurlah rambutmu atau (berkata) cukurlah!" Ka'ab bin Ujrah berkata, "Kepadakulah turun ayat, "Faman kaana minkum mariidhan aw bihii adzam mir ra'sih…dst." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Berpuasalah tiga hari atau bersedekahlah sefarq untuk diberikan kepada enam orang (miskin) atau sembelihlah kurban yang mudah bagimu." (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Thayalisi, Daruquthni, dan Ibnu Jarir dari beberapa jalan dari Ka'ab bin Ujrah) Sefarq adalah 3 sha', sehingga seorang miskin mendapat ½ sha’ (2 mud).
Dengan demikian jika berpuasa, maka selama tiga hari. Jika bersedekah, maka dengan memberi makan enam orang miskin (masing-masingnya memperoleh setengah sha' (dua mud) dari makanan pokok setempat), dan jika berkorban, maka dengan menyembelih seekor kambing yang akan dibagikan dagingnya kepada kaum fakir di tanah haram. Di antara ketiga macam ini, yang lebih utama adalah berkorban, kemudian bersedekah, lalu puasa.

[8] Yakni mengorbankan binatang yang bisa disembelih dalam udh-hiyyah (qurban). Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berhajji ifrad tidak terkena kewajiban menyembelih hadyu dan menunjukkan keutamaan orang yang berhajji tamattu.

[9] Puasa ini awalnya ketika sedang ihram umrah dan akhirnya adalah tiga hari setelah berkurban, yakni pada hari tasyriq karena ada pengecualian dari hadits. Akan tetapi, yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal tujuh, delapan dan sembilan.

[10] Yakni setelah selesai menunaikan ibadah hajji, baik ketika masih di Makkah, di jalan dan ketika sampai ke kampung halaman.

[11] Jauh seukuran jarak safar atau lebih atau jauh secara uruf.

[12] Bagi orang-orang yang menyalahi perintah-Nya dan mengerjakan larangan-Nya. Mengetahui bahwa Allah amat keras siksa-Nya dapat membuahkan ketakwaan.

Sumber terjemahan dan keterangan teremahan http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-196-203.html
Sumber tulisan ayat adalah aplikasi Salaam


Demikian semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.
Read More
Tajwid Surat Al A'raf Ayat 26

Tajwid Surat Al A'raf Ayat 26

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillah bertemu kembali dengan saya masrozakdotcom dalam pembahasan tajwid pada ayat - ayat tertentu. Ingsa Alloh kali ini tajwid yang akan dibahas adalah tajwid surat Al A'raf ayat 26. Silahkan simak pembahasan tajwid lainnya yang mungkin bermanfaat yaitu Tajwid Surat Luqman Ayat 15 - 19 dan pembahasan lainnya yaitu Hukum Nun Mati dan Tanwin.
Mudah - mudahan bisa bermanfaat. aamiin.

Baiklah supaya tidak begitu panjang pembahasannya silahkan perhatikan ayat berikut ini beserta terjemahnnya.
Kutipan ayat saya ambil menggunakan aplikasi Salaam.

Surat Al A'raf Ayat 26

Tajwid Surat Al A'raf Ayat 26

Terjemahannya
Wahai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian taqwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagai tanda - tanda kekusaan Alloh, mudah - mudahan mereka ingat.

Tajwid Surat Al A'raf Ayat 26

Setelah mngetahui ayat dan terjemahnnya berikut adalah pembahasan tajwidnya. Silahkan perhatikan tanda garis dan lingkaran yang sudah saya buat.
Tujuannya adalah untuk memudahkan pembahasan penyebutan tajwid - tajwidnya.

Tajwid Surat Al A'raf Ayat 26
1. Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah mad thabi'i
2. Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah mad jaiz mungfasil
3. Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad badal
4. Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qalqalah sugra
5. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah mad lid atau harfulin
6. Ayat yang diberikan tanda garis warna jingga / oranye tajwidnya adalah idhar safawi
7. Ayat yang diberikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idgham bigunnah
8. Ayat yang diberikan tanda garis warna hitam tajwidnya adalah mad iwad
9. Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah alif lam syamsiah / idhar syamsiah
10. Ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah mad arid lisukun
11. Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna hijau tajwidnya adalah ihfa hakiki

Demikian pembahasan tajwid surat Al A'raf ayat 26, semoga bermanfaat.
Silahkan simak juga Memahami Busana Muslim dan Menutupi Aurat.

Wassalamualaikum warohmatullohi Wabarokaatuh.

Read More
Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Rasulullah saw. sebagai pembawa risalah Allah Swt. bertugas menjelaskan ajaran yang diturunkan Allah Swt. melalui al-Qur’ān kepada umat manusia. Oleh karena itu, hadis berfungsi untuk menjelaskan (bayan) serta menguatkan hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur’ān. Silahkan simak juga Kedudukan Hadist Sebagai Sumber Hukum Islam Kedua.

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’ān

 

a. Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’ān yang masih bersifat umum


Contohnya adalah ayat al-Qur’ān yang memerintahkan salat. Perintah salat dalam al-Qur’ān masih bersifat umum sehingga diperjelas dengan hadis-hadis Rasulullah saw. tentang śalat, baik tentang tata caranya maupun jumlah bilangan raka’at-nya. Untuk menjelaskan perintah śalat tersebut misalnya keluarlah sebuah hadis yang berbunyi, “Śalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku śalat”. (H.R. Bukhari)

b. Memperkuat pernyataan yang ada dalam al-Qur’ān

Seperti dalam al-Qur’ān terdapat ayat yang menyatakan, “Barangsiapa di antara kalian melihat bulan, maka berpuasalah!” Maka ayat tersebut diperkuat oleh sebuah hadis yang berbunyi, “... berpuasalah karena
melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya ...” (H.R. Bukhari dan Muslim)

c. Menerangkan maksud dan tujuan ayat

Misal, dalam Q.S. at-Taubah/9:34 dikatakan, “Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, kemudian tidak membelanjakannya di jalan Allah Swt., gembirakanlah mereka dengan azab yang pedih!” Ayat ini
dijelaskan oleh hadis yang berbunyi, “Allah Swt. tidak mewajibkan zakat kecuali supaya menjadi baik harta-hartamu yang sudah dizakati.” (H.R.Baihaqi)

d. Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Qur’ān

Maksudnya adalah bahwa jika suatu masalah tidak terdapat hukumnya dalam al-Qur’ān, diambil dari hadis yang sesuai. Misalnya, bagaimana hukumnya seorang laki-laki yang menikahi saudara perempuan istrinya.

Maka hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah saw :
Artinya: “Dari Abi Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: “Dilarang seseorang mengumpulkan (mengawini secara bersama) seorang perempuan dengan saudara dari ayahnya serta seorang perempuan dengan saudara perempuan dari ibunya.” (H.R. Bukhari)

Demikian Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an, semoga bermanfaat.

Silahkan simak juga Jenis Jenis Hadist Beserta Pengertian dan Contohnya

Read More